Teknis Budidaya Tembakau

0
PENDAHULUAN
Tembakau adalah komoditi yangUsaha Sampingan Yang Cocok Bagi Karyawan.Selengkapnya ... » cukup banyak dibudidayakan petaniCARA GILA PARA PETANI KAYA!.Selengkapnya ... ». UntukHarga Bibit Murah untuk Partai Besar.Selengkapnya ... » mendapatkan hasilBisnis glutera glutathione produk premium hasil maksimum ( bisnis glutera termurah ).Selengkapnya ... » panen yang optimal PT. Natural Nusantara berusaha membantu meningkatkan produksi secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( AspekASPEK PEMASARAN AGRIBISNIS PERTANIAN.Selengkapnya ... » K-3 ).

SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman tembakau, curah hujan rata-rata 2000 mm/tahunProduk Nasa Terbaru Tahun 2013.Selengkapnya ... », Suhu udara yang cocokUsaha Sampingan Yang Cocok Bagi Karyawan.Selengkapnya ... » antara 21-32 derajat C, pH antara 5-6. TanahBUDIDAYA CACING TANAH.Selengkapnya ... » gembur, remah, mudahLangkah mudah budidaya lele sangkuriang.Selengkapnya ... » mengikat air, memiliki tata air dan udara yang baik sehingga dapat meningkatkan drainase, ketinggian antara 200-3.000 m dpl.

PEMBIBITAN

PENGOLAHAN MEDIA TANAM
  • Lahan disebari pupuk kandang dosis 10-20 ton/ha lalu dibajak dan dibiarkan + 1 minggu
  • BuatTanam Bibit Buah buat si Kecil!.Selengkapnya ... » bedengan lebar 40 cm dan tinggi 40 cm. Jarak antar bedeng 90-100 cm dengan arah membujur antara timur dan barat.
  • Lakukan pengapuran jika tanah masam
  • Siram SUPERNASA dengan dosis : 10 – 15 botol/ha
  • Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan.
  • Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet dicampur pupuk kandang matang 25-50 kg secara merata ke bedengan
PEMBUATAN LUBANG TANAM
Apabila diinginkan daun yang tipis dan halus maka jarak tanam harusMemindahkan Tanaman Buah, Harus Hati-hati!!.Selengkapnya ... » rapat, sekitar 90 x 70 cm. Tembakau Madura ditanam dengan jarak 60 x 50 cm yang penanamannya dilakukan dalam dua baris tanaman setiap gulud. Jenis tembakau rakyat/rajangan umumnya ditanam dengan jarak tanam 90 x 90 cm dan penanamannya dilakukan satu baris tanaman setiap gulud, dan jarak antar gulud 90 cm atau 120 x 50 cm.

CARA PENANAMAN
Basahi dan sobek polibag lalu benamkan bibit sedalam leher akar
Waktu tanam pada pagi hari atau sore hari.

PENYULAMAN
Penyulaman dilakukan 1- 3 minggu setelah tanam, bibit kurangCara Kilat Memilih Bibit Buah (3 Menit atau Kurang).Selengkapnya ... » baik dicabut dan diganti dengan bibit baru yang berumur sama.

PENYIANGAN
Penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan pembumbunan yaitu setiap 3 minggu sekali.

PEMUPUKAN
Dosis tergantung jenis tanah dan varietas


Waktu Pemupukan Dosis Pupuk Makro (kg/ha)
Urea/ZA SP – 36 KCl
Saat Tanam - 300 -
Umur 7 HST 300 - 150
Umur 28 HST 300 - 150
TOTAL 600 300 300


Ket : HST = hari setelah tanam

Penyemprotan POC NASA dosis 4-5 tutup / tangki atau lebihPendapatanku di Glutera 3,5jt lebih dalam 3minggu.Selengkapnya ... » bagus POC NASA (3-4 tutup) dicampur HORMONIK (1-2 tutup) per tangki setiap 1- 2 minggu sekali.

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN

Pengairan diberikan 7 HST = 1-2 lt air/tanaman, umur 7-25 HST = 3-4 lt/tanaman, umur 25-30 HST = 4 lt/tanaman. Pada umur 45 HST = 5 lt/tanaman setiap 3 hari. Pada umur 65 HST penyiraman dihentikan, kecuali bila cuaca sangat kering.

PEMANGKASAN
Pangkas tunas ketiak daun dan bunga setiap 3 hari sekali
Pangkas pucukJual Bibit Pucuk Merah Murah.Selengkapnya ... » tanaman saat bunga mekar dengan 3-4 lembar daun di bawah bunga


PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

HAMA
a. Ulat Grayak ( Spodoptera litura )  

Gejala : berupa lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada luka bekas gigitan. 
Pengendalian: Pangkas dan bakarCara RD Bakar Semangat Tim Garuda.Selengkapnya ... » sarang telur dan ulatPeluang budidaya ulat sutera.Selengkapnya ... », penggenangan sesaat pada pagi/sore hari , semprot Natural VITURANATURAL VITURA.Selengkapnya ... »

b. Ulat Tanah ( Agrotis ypsilon ) 

Gejala : daun terserang berlubang-lubang terutama daun muda sehingga tangkai daun rebah. 
Pengendalian: pangkas daun sarang telur/ulat, penggenangan sesaat, semprot PESTONA.

c. Ulat penggerek pucuk ( Heliothis sp. ) 

Gejala: daun pucuk tanaman terserang berlubang-lubang dan habis. Pengendalian: kumpulkan dan musnah telur / ulat, sanitasi kebun, semprot PESTONA.

d. Nematoda ( Meloydogyne sp. ) 

Gejala : bagian akar tanaman tampak bisul-bisul bulat, tanaman kerdil, layu, daun berguguran dan akhirnya mati. 
Pengendalian: sanitasi kebun, pemberian GLIO diawal tanam, PESTONA

e. Kutu – kutuan ( Aphis Sp, Thrips sp, Bemisia sp.) pembawa penyakit yang disebabkan virusVIRUS PADA TANAMAN.Selengkapnya ... ».  

Pengendalian: predator Koksinelid, Natural BVR.

f. Hama lainnya Gangsir (Gryllus mitratus ), jangkrik (Brachytrypes portentosus), orong-orong (Gryllotalpa africana), semut geni (Solenopsis geminata), belalang banci (Engytarus tenuis).

Penyakit

a. Hangus batang ( damping off ) 

Gejala: batang tanaman yang terinfeksi akan mengering dan berwarna coklat sampai hitam seperti terbakar. 
Pengendalian : cabut tanaman yang terserang dan bakar, pencegahan awal dengan Natural GLIO.

b. Lanas  

Penyebab : Phytophora parasitica var. nicotinae. 
Gejala: timbul bercak-bercak pada daun berwarna kelabu yang akan meluas, pada batang, terserang akan lemas dan menggantung lalu layu dan mati. Pengendalian: cabut tanaman yang terserang dan bakar, semprotkan Natural GLIO.

c. Patik daun 

Penyebab : jamur Cercospora nicotianae. 
Gejala: di atas daun terdapat bercak bulat putih hingga coklat, bagian daun yang terserang menjadi rapuh dan mudah robek. 
Pengendalian: desinfeksi bibit, renggangkan jarak tanam, olah tanah intensif, gunakan air bersih, bongkar dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.

d. Bercak coklat 

 Penyebab : jamur Alternaria longipes. 
 Gejala: timbul bercak-bercak coklat, selain tanaman dewasa penyakit ini juga menyerang tanaman di persemaian. Jamur juga menyerang batang dan biji. Pengendalian: mencabut dan membakar tanaman yang terserang.

e. Busuk daun 

 Penyebab : bakteri Sclerotium rolfsii. Gejala: mirip dengan lanas namun daun membusuk, akarnya bila diteliti diselubungi oleh massa cendawan. Pengendalian: cabut dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.

f. Penyakit Virus
 
 Penyebab: virus mozaik (Tobacco Virus Mozaic, (TVM), Kerupuk (Krul), Pseudomozaik, Marmer, Mozaik ketimu (Cucumber Mozaic Virus). Gejala: pertumbuhan tanaman menjadi lambat. 
 Pengendalian: menjaga sanitasi kebun, tanaman yang terinfeksi di cabut dan dibakar.

Catatan : Jika pengendalianPengendalian OPT Padi.Selengkapnya ... » hamaHama Penyakit Lebah.Selengkapnya ... » dan penyakit dengan pestisidaBAHAYA PESTISIDA BAGI KESEHATAN.Selengkapnya ... » alami belumJangan bilang Kaya, kalo belum punya Kebun Buah....Selengkapnya ... » mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml ( ½ tutup) pertangki

PANEN DAN PASCA PENEN
Pemetikan daun tembakau yang baik adalah jika daun-daunnya telah cukup umur dan telah berwarna hijau kekuning-kuningan.Untuk golongan tembakau cerutu maka pemungutan daun yang baik pada tingkat tepat masak/hampir masak hal tersebut di tandai dengan warna keabu-abuan. Sedangkan untuk golongan sigaret pada tingkat kemasakan tepat masak/masak sekali, apabila pasar menginginkan krosok yang halus maka pemetikan dilakukan tepat masak. Sedangkan bila menginginkan krosok yang kasar pemetikan diperpanjang 5-10 hari dariManfaat sehat dari si raja buah (durian).Selengkapnya ... » tingkat kemasakan tepat masak.
Daun dipetik mulai dari daun terbawah ke atas. Waktu yang baik untuk pemetikan adalah pada sore/pagi hari pada saat hari cerah. Pemetikan dapat dilakukan berselang 3-5 hari, dengan jumlah daun satu kali petik antara 2-4 helai tiap tanaman. Untuk setiap tanaman dapat dilakukan pemetikan sebanyak 5 kali.

Sortir daun berdasarkan kualitas warna daun yaitu:

  1. Trash (apkiran): warna daun hitam 
  2. Slick (licin/mulus): warna daun kuning muda
  3. Less slick (kurang liciin): warna daun kuning (seperti warna buahManfaat sehat dari si raja buah (durian).Selengkapnya ... » jerukMANFAAT JERUK.Selengkapnya ... » lemon) 
  4. More grany side ( sedikit kasar ) : warna daun antara kuning-oranye.

Teknis Budidaya Tanaman

Post your comment

Mungkin Anda berminat membaca ini jugaclose