Kamis, 12 Oktober 2017

Oktober 12, 2017

CARA MUDAH MEMBUAT PESTISIDA NABATI UNTUK MENGATASI HAMA PENGHISAP DAN ULAT

Hama ulat sangat menjengkelkan karena ulat ini aktif memakan dedaunan bahkan pangkal batang, terutama pada malam hari. Akibatnya daun yang dimakan oleh ulat hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja. Padahal daun inilah dapurnya tanaman, tempat fotosintesis berlangsung.

Sedangkan hama penghisap akan menurunkan produktivitas buah, bisa berkurang 50% atau lebih jika tidak diatasi. Karena hama ini menghisap bakal buah dan buah dengan lahap. Jika sudah diserang segera basmi sebelum mereka berkembang biak.



Nah, untuk membasminya sebaiknya anda gunakan pestisida alami buatan sendiri, lebih aman, solutif dan bersahabat dengan alam serta ekosistem yang sudah terbentuk. Walaupun pada bahan bahannya ada sedikit campuran deterjen, akan tetapi pada batas aman dan bukan termasuk pencemaran apalagi pengrusakan.

Oke, simak yah...

Bahan bahan

1. Biji srikaya sebanyak 25 gram
2. Deterjen 1 gram
3. Air 1 liter




Biji srikaya ini mengandung senyawa annonain dan resin, sehingga dapat mengendalikan hama penghisap dan ulat.

Caranya:

1. Haluskan biji srikaya, ditumbuk atau diblender.
2. Rendam kedalam air yang sudah dicampuran deterjen.
3. Aduk sampai merata.
4. Lalu saring dengan kain halus.
5. Larutan pestisida nabati siap diaplikasikan.

Silahkan perbanyak dengan memperbesar jumlah perbandingannya.


Aplikasi
*Jika belum terserang, sprayer cairan pada ba tigian tanaman, terutama daun. Cukup 2-3 minggu sekali dan dihentikan jika memang benar2 diduga sudah tidak ada serangan hama tersebut.

*Jika sudah terserang, sprayer cairan pada bagian tanaman, terutama daun. Cukup 1 minggu sekali sampai hama tersebut tidak menyerang.

Ingat! disprayer bukan disiram.

Selamat mencoba
Salam berkebun


Pemesanan bibit tanaman buah silahkan kontak kami
WA/SMS/Telp 08986878698
Pin BB 7cc2057d
atau fanspage facebook kami
https://www.facebook.com/bibittanamanbuahdalampotunik/



Sabtu, 16 September 2017

September 16, 2017

MANGGA KELAPA

Mangga ini memiiliki bentuk dan ukuran mirip dengan kelapa gading dan berwarna hijau. Mangga yang cukup unik ini panjang tangkai buahnya bisa mencapai 0,5 m, setiap tangkai hanya digantungi dengan satu buah. Mangga ini mampu berbuah sepanjang musim, dan mempunyai berat sekitar 1 kg.

Mangga ini istimewa dan cukup langka, tanaman ini diyakini sebagai tanaman asli Nusantara dan masih banyak dicari oleh para pcinta tanaman.

Harga bibit 90rb tinggi 60-70 cm


Selasa, 12 September 2017

September 12, 2017

PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH BUAH BUAHAN BUSUK

 
BAHAN:
1. Buah-buahan “busuk”, bisa Anda dapatkan dipasar.
Menurut literatur sari dari buah-buahan mengandung enzim yang berfungsi sebagai zat perangsang tumbuh pada tanaman.
 

2. Gula merah.
Bisa Anda beli di toko kebutuhan pokok
 

3. EM-4.
Bisa Anda beli di toko pertanian.
Gula merah dan EM-4 berfungsi mempercepat proses fermentasi.
 

4. Air kelapa.
Bisa Anda beli di tukang es kelapa.
Menurut referensi penambahan air kelapa akan mempercepat terbentuknya hormon sitokinin, auksin dan giberalin yang memiliki fungsi merangsang pertumbuhan akar, batang, daun dan buah pada tanaman.
 

5. Air cucian beras. Jangan buang air bekas cucian beras dirumah Anda.
Air ini berguna untuk menghambat tumbuhnya bakteri yang merugikan.
 

CARA MEMBUAT
Untuk membuat pupun organik cair sebanyak 40 liter, Anda membutuhkan 15-20 kilogram buah-buahan “busuk”, 10 liter air kelapa, 5 liter air cucian beras, 1 kilogram gula merah/gula tebu, 500 ml EM-4 dan air bersih 20 liter. Silahkan sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Pertama tama buah buahan busuk itu dihacurkan secara manual kemudian disaring, lalu ditambahkan air kelapa, air cucian beras, gula merah dan EM-4 kemudian ditempatkan dalam ember plastik besar lalu diaduk-aduk sampai merata, kemudian wadah tersebut di tutup rapat dengan plastik tebal.
Setiap hari, larutan tersebut di aduk 4-5 kali agar tidak terjadi endapan, lalu ditutup rapat kembali. Setelah proses fermentasi berlangsung selama 12-15 hari, dan sudah berubah aroma dari aroma “busuk” menjadi aroma ragi serta adanya buih-buih berwarna putih di atasnya, yang menandakan bahwa pupuk organik cair tersebut sudah jadi dan siap untuk di gunakan.

Selamat mencoba
Semoga bermanfaat
Salam berkebun
September 12, 2017

DURIAN MERAH

Durian merah Banyuwangi ini semakin populer, bahkan juga popularitasnya sudah sampai mendunia. Ini dibuktikan dengan tertariknya para peneliti dari beberapa negara untuk mempelajari budidaya durian merah asal Banyuwangi ini. Tidak terkecuali untuk penggemar durian, nama durian merah tentu mengundang rasa penasaran untuk menikmatinya.

Durian merah ini makin banyak penggemarnya. Banyak alasan untuk memburunya. Selain karena jumlah pohonnya yang masih sangat terbatas, durian merah ini mempunyai warna eksotis serta rasa yang lezat.

Asal bibit: okulasi
Syarat tumbuh maksimal: dataran rendah dan tinggi
Usia berbuah: kurang lebih 3-5 tahun
Penyiraman : dua kali dalam sehari
Kebutuhan Sinar Matahari: umumnya minimal 6-8 jam per hari
Tinggi bibit: 40-60 cm
September 12, 2017

JERUK DEKOPON

Selain rasa buahnya yang manis, kulit buahnya pun terasa manis, ditambah lagi jeruk tersebut merupakan jeruk yang non biji dengan bobot buahnya bisa mencapai 1,3 kg.

Asal bibit: okulasi
Syarat tumbuh maksimal: dataran rendah dan tinggi
Usia berbuah: kurang lebih 2 tahun
Bisa ditanam di pot, ukuran pot : diameter 50-60 cm
Penyiraman : satu kali dalam sehari
Kebutuhan Sinar Matahari: umumnya minimal 6-8 jam per hari
Tinggi bibit: 50-60 cm
September 12, 2017

DELIMA RED RUBY

Delima yang satu ini memiliki warna buah yang merah ruby atau lebih merah dari delima merah pada umumnya. Merahnya ini sampai kedalam isi buahnya dengan rasa khas delima pada umumnya.
Secara ilmiah buah delima red ruby mengandung vitamin C dan B5 yang cukup tinggi sehingga baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh Anda.

Asal bibit: cangkok
Syarat tumbuh maksimal: dataran rendah dan tinggi
Usia berbuah: kurang lebih 1-2 tahun
Bisa ditanam di pot, ukuran pot : diameter 50-60 cm
Penyiraman : satu kali dalam sehari
Kebutuhan Sinar Matahari: umumnya minimal 6-8 jam per hari
Tinggi bibit: 40 cm

Terlaris

Facebook